Wednesday, November 21, 2012

TUGAS ISD BAB V-VII ARTIKEL

 ( tugas ISD BAB V-VII )  

Nama : SARDI IRFANSYAH
KELAS : 1IB03
NPM : 16412848


BAB V.  Warga Negara dan Negara

Pemerintah Diminta Tak Tumbalkan Buruh Demi Investasi
Wahyudi Siregar - Okezone
Senin, 12 November 2012 19:31 wib
            MEDAN – Presidium Majelis Pekerja Buruh Indonesia Sumatera, Minggu Saragih menilai, upaya pemerintah mempertahankan upah murah di Indonesia sebagai bentuk penumbalan buruh dan pekerja demi tercapainya program pemerintah menarik investasi ke dalam negeri. Namun dengan orientasi seperti itu, pemerintah sejatinya gagal mewujudkan kesejahteraan.

            Menurut Minggu, di tengah krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS), pasar Asia kini telah menjadi primadona. Investor berbondong-bondong masuk ke dalam negeri untuk menggarap pasar lokal yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. Apalagi ketersediaan bahan baku yang cukup untuk mendukung industri, akan semakin membuat pasar menggeliat. Namun faktanya, Indonesia masih harus bersaing dengan India dan China yang juga memiliki potensi pasar yang besar. Sehingga pemerintah dinilai terpaksa menerapkan upah murah untuk menarik investor.

            “Pemerintah kan ingin populer dengan pemberitaan makro ekonomi yang baik. Seperti angka pengangguran menurun, nilai investasi tinggi. Tapi sebenarnya, kualitas dari pencapaian itu juga penting. Karena kalau enggak yang ada justru ketimpangan. Jangan kami teruslah yang ditumbalkan. Ketidaksiapan pemerintah bersaing dari sisi penyediaan prasarana, diwujudkan dengan penawaran upah murah untuk menarik investasi. Karena faktanya, India dan China saat ini upahnya lebih tinggi, namun siap secara infrastruktur,” jelasnya, Senin (12/11/2012).

            Minggu mengaku, buruh cukup mengapresiasi upaya pemerintah pusat melalui kementerian tenaga kerja, untuk menaikkan upah secara signifikan. Namun apresiasi terhadap pemerintah itu terpaksa dipatahkan karena sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, pemerintah provinsi justru mengabaikannya. Dia mengingatkan, agar pemerintah berhenti mengorbankan parah buruh yang sudah terlalu lama dipojokkan dengan upah murah.

            “Kita heran kenapa pemerintah provinsi pun seperti bersikeras mempertahankan ketetapan upah yang diajukan dewan pengupahan. Padahal pemerintah pusat sudah meminta agar dilakukan peningkatan upah yang signifikan. Plt gubernur harusnya tanggap, jangan hanya mendengarkan elit yang telah melakukan permufakatan jahat untuk memiskinkan buruh, suara buruh pada realitasnya menolak nilai tersebut. Plt gubernur harus ingat, Maret nanti pilkada," tegasnya.

            Untuk menyuarakan peningkatan kesejahteraan buruh ini, besok (13/11/2012) rencananya sekitar 10 ribu buruh akan turun ke jalan dan mendatangi kantor pemprov sumut untuk mendesak dilakukannya revisi terhadap penetapan UMP. Buruh pun mengancam akan mengepung sejumlah objek vital untuk melumpuhkan perekonomian, jika tuntan mereka tidak dipenuhi. (widi) .

Review atau ulasannya :
Dari artikel di atas yang menjelaskan tetang upaya pemerintah mempertahankan upah murah di Indonesia sebagai bentuk penumbalan buruh dan pekerja demi tercapainya program pemerintah menarik investasi ke dalam negeri. Pemerintah yang dianggap menumbalkan buruh demi investasi, hal tersebut dikarenakan indonesia harus bersaing dengan negara china dan india yang memiliki potensi pasar yang besar dalam menarik investor, Sehingga pemerintah dinilai terpaksa menerapkan upah murah untuk menarik investor. (menurut Minggu)
            Ketidaksiapan pemerintah bersaing dari sisi penyediaan prasarana, diwujudkan dengan penawaran upah murah untuk menarik investasi. Karena faktanya, India dan China saat ini upahnya lebih tinggi, namun siap secara infrastruktur.
            Apresiasi yang dilakukan oleh buruh justru diabaikan oleh pemerintah provinsi, oleh sebab itu, untuk menyuarakan peningkatan kesejahteraan buruh, para buruh berencana akan turun ke jalan dan mendatangi kantor pemprov sumut untuk mendesak dilakukannya revisi terhadap penetapan UMP.

TANGGAPAN :
            Seharusnya pemerintah tidak menumbalkan buruh demi invesitasi, pemerintah justru seharusnya memperbaiki saran dan prasarana dalam infrastruktur untuk menarik investor asing agar berinvestasi di dalam negeri kita.

KESIMPULAN :
Upaya pemerintah mempertahankan upah murah di Indonesia sebagai bentuk penumbalan buruh dan pekerja demi tercapainya program pemerintah menarik investasi ke dalam negeri yang justru mengakibatkan gagalnya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan buruh, sehingga para buruh pun melakukan protes atau demo untuk menaikan upah buruh.




BAB VI. Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Siapa Kelas Menengah Indonesia?

Jumat, 8 Juni 2012 | 13:00 WIB
Oleh: BAMBANG SETIAWAN
            KOMPAS.com- Mendefinisikan kelas sosial ibarat mencari mozaik dan menebalkan garisnya di atas kehidupan masyarakat. Bagaimana mengelompokkan masyarakat, dan apa kepentingan di balik upaya memetakan stratifikasi itu?
            Upaya pengelompokan strata sosial setidaknya terkait dengan tiga kepentingan. Pertama, kelas sebagai agregat politik. Perbedaan dalam pandangan ataupun sikap politik seseorang dipengaruhi oleh posisinya dalam strata sosial. Oleh karena itu, mengetahui karakteristik kelas dengan jumlah anggota terbesar adalah penting untuk menentukan strategi kampanye apa yang paling cocok dilakukan oleh kandidat calon pemimpin. Kelas terbesar juga menjadi perhatian utama ketika dikaitkan dengan perubahan sosial.
            Kedua, berkaitan dengan segmentasi pasar. Sejak produksi barang-barang penunjang gaya hidup semakin banyak diciptakan, mengetahui karakteristik tiap kelas menjadi penting agar penetrasi pasar lebih efektif. Segmentasi terhadap penonton televisi, misalnya, akan membantu industri televisi menentukan jenis program apa yang cocok dengan karakter penontonnya.
Pemetaan terhadap daya beli kelas menengah atau atas akan berguna untuk menentukan seberapa besar pasokan barang-barang mewah dapat terserap ke dalam pasar. Dalam dimensi pasar, kelas menengah ke atas menjadi perhatian serius karena menjadi potensi besar pasar komoditas gaya hidup.
            Ketiga, berhubungan dengan persoalan kesejahteraan, yang urusannya kerap dikaitkan dengan kinerja pemerintahan. Dalam dimensi ini, yang paling penting adalah memperoleh informasi tentang kelas miskin, yaitu mengetahui seberapa besar jumlah orang miskin dan rawan miskin yang layak mendapat bantuan. Oleh karena itu, kelas miskin menjadi sorotan utama daripada kelas-kelas lain.
            Upaya pengelompokan kelas sosial sejak awal sudah menjadi persoalan teoretis dan metodologis yang penuh perdebatan. Dari sisi metodologis, pertanyaan substansial muncul terkait definisi kelas: apakah kelas dibentuk secara subyektif ataukah obyektif? Jika kelas dibentuk secara subyektif, artinya definisi kelas seseorang tergantung pada pengakuan.
            Meskipun model ini cukup baik karena di sana ada kesadaran kelas, kerap kali ia juga memiliki kelemahan mendasar karena umumnya kelas menengah ke atas tidak mau menempatkan dirinya lebih tinggi daripada kelas menengah.
            Jika pengelompokan dilakukan secara obyektif, apakah yang menjadi ukurannya? Apakah parameter ditentukan oleh seorang peneliti ataukah lewat kerja mesin yang dapat meminimalkan subyektivitas peneliti? Jika ditentukan peneliti, seberapa jauhkah obyektivitas dapat dijaga? Jika dilakukan oleh sebuah alat pemrograman, mampukah menghasilkan pemilahan yang memuaskan?
Kriteria penggolongan
            Karl Marx (1867) menggolongkan masyarakat ke dalam dua kelas: majikan/borjuis yang menguasai alat produksi, keuangan, lahan, dan teknologi produksi serta buruh/proletar yang menjual tenaganya untuk mendapatkan upah. Sebagai alat ideologi, dikotomi Marx berpengaruh sangat besar terhadap upaya-upaya perjuangan kelas.
            Namun, penjelasan dialektika oposisi ini belum cukup memuaskan untuk melihat realitas. Pertanyaannya, di manakah letak kaum profesional yang berada di antara kepentingan buruh dan majikan berada?
            Max Weber (1920) mengelaborasi kelas sosial dengan lebih luas ketika memandang persoalan kelas bukan hanya bagaimana kekuasaan (power) atas alat produksi terletak, tetapi juga menyangkut derajat ekonomi dan prestise. Tiga hal itu menjadi penentu untuk mengukur derajat kelas seseorang.
            Seseorang bisa saja berpenghasilan besar dan memiliki usaha dengan karyawan banyak. Namun, karena pendidikannya rendah, ia belum tentu masuk ke kelas atas. Sebaliknya, penyair atau sastrawan bisa masuk kelas menengah karena derajat pengetahuannya, meskipun ekonominya morat-marit dan tidak menguasai alat produksi kapitalistik.
Ibu rumah tangga yang hanya mengurus keluarga bisa masuk ke kelas menengah atas karena status pendidikannya tinggi dan punya suami kaya.
            Kini, pemetaan sudah lebih terukur dengan berkembangnya berbagai metode untuk mengklasifikasikan kelas sosial. W Lloyd Warner, ahli antropologi dan sosiologi dari Universitas Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1949 memublikasikan acuan prosedur untuk pengukuran status sosial. Ia menggunakan ukuran derajat pekerjaan, pendapatan, kualitas rumah, dan area tempat tinggal.
            Berikutnya, klasifikasi AB Hollingshead (1971) lebih sederhana, dengan hanya menggunakan ukuran pekerjaan dan pendidikan untuk membentuk stratifikasi kelas atas, menengah atas, menengah, menengah bawah, dan bawah.
            Selanjutnya, analisis yang dikembangkan John Goldthorpe mungkin paling luas dipergunakan dalam berbagai penelitian, termasuk penelitian komparasi kelas menengah di Asia Tenggara yang melibatkan sejumlah lembaga penelitian di Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia pada tahun 1996-1997. Ia mendasarkan pemilahan sosial atas dasar pekerjaan dengan membaginya ke dalam 11 strata untuk membentuk tiga kelompok besar, yaitu kelas atas, menengah, dan pekerja.
            Penelitian Litbang Kompas terbaru yang dilakukan pada Maret-April 2012 pada dasarnya merupakan gabungan antara dasar-dasar pengelompokan yang dipergunakan Goldthorpe dan memadukannya dengan ukuran yang dilakukan Biro Sensus Amerika Serikat yang mengadopsi model Weberian, yaitu membuat stratifikasi sosial berdasarkan pekerjaan, pendapatan, dan pendidikan.
            Namun, Litbang Kompas melakukan modifikasi dengan menggunakan ukuran pengeluaran daripada menggunakan ukuran pendapatan (income). Ukuran yang kemudian menjadi dasar pengelompokan adalah pekerjaan, pendidikan, pengeluaran pribadi per bulan, dan pengeluaran keluarga untuk membayar listrik per bulan.
            Kriteria penggolongan pengeluaran yang digunakan mengikuti standar kategorisasi Bank Dunia. Pengeluaran per hari di bawah 2 dollar AS dalam penelitian ini digolongkan sebagai kelas miskin atau sangat bawah, 2-4 dollar AS kelas bawah, 4-10 dollar AS kelas menengah, 10-20 dollar AS mencerminkan kelas menengah atas, dan di atas 20 dollar AS mewakili kelas atas.
Nilai dollar yang dipakai adalah dollar yang dikonversi dengan mempertimbangkan keseimbangan kemampuan berbelanja (purchasing power parity/PPP). Dengan memakai dollar PPP, kelas miskin di Indonesia adalah golongan masyarakat yang membelanjakan uang sekitar Rp 12.500 ke bawah per hari atau sekitar Rp 375.000 per bulan.
            Meski demikian, nilai pengeluaran bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan kelas. Kelas seseorang ditentukan oleh skor akhir yang merupakan skor rata-rata dari pembobotan atas pengeluaran (pribadi dan pengeluaran listrik keluarga), pendidikan, dan okupasi.
Survei Litbang Kompas dilakukan terhadap 2.550 responden yang tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Responden adalah penduduk berumur 17 tahun ke atas yang diambil dengan metode penarikan multistage random sampling. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen, kesalahan pencuplikan berkisar 1,9 persen.(Litbang Kompas)
 
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Marcus Suprihadi
Referensi : http://nasional.kompas.com/read/2012/06/08/13003111/Siapa.Kelas.Menengah.Indonesia
Review atau ulasannya :
            Artikel di atas menjelaskan tetang upaya pengelompokan kelas strata sosial yang terkait dengan tiga kepentingan yaitu kelas sebagai agregat politik, berkaitan dengan segmentasi pasar dan berhubungan dengan persoalan kesejahteraan.
            Seseorang bisa saja berpenghasilan besar dan memiliki usaha dengan karyawan banyak. Namun, karena pendidikannya rendah, ia belum tentu masuk ke kelas atas. Sebaliknya, penyair atau sastrawan bisa masuk kelas menengah karena derajat pengetahuannya, meskipun ekonominya morat-marit dan tidak menguasai alat produksi kapitalistik.
            Kriteria penggolongan pengeluaran yang digunakan mengikuti standar kategorisasi Bank Dunia. Pengeluaran per hari di bawah 2 dollar AS dalam penelitian ini digolongkan sebagai kelas miskin atau sangat bawah, 2-4 dollar AS kelas bawah, 4-10 dollar AS kelas menengah, 10-20 dollar AS mencerminkan kelas menengah atas, dan di atas 20 dollar AS mewakili kelas atas. ( menurut litbang kompas).
Tanggapan :
                  Dalam penggolongan kelas strata sosial, untuk mencari yang termasuk kelas menengah di indosia, sebaiknya harus memperhatikan berbagai hal, seperti pendidikannya, penghasilannya atau pengeluarannya, pekerjaannya dan lain-lain,. Jangan hanya sekedar melihat dari penampilannya saja
Kesimpulan:
                  Yang termasuk kelas menengah dapat dilihat dari pendidikannya yang biasa saja walaupun memiliki suami yang kaya, penghasilannya yang biasa saja, pengeluarannya yang biasa saja, pekerjaannya yang biasa saja dan lain-lain.



BAB VII. Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Arus Urbanisasi ke Jakarta Semakin Berkurang
Penulis : Kurnia Sari Aziza | Senin, 13 Agustus 2012 | 14:30 WIB

            JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan bahwa arus urbanisasi ke Jakarta dari tahun ke tahun semakin berkurang. Pengurangan ini disebutnya karena berkembangnya pembangunan di daerah-daerah asal migrasi.
            "Saya mencatat arus urbanisasi dari tahun ke tahun berkurang. Hal ini antara lain  disebabkan dengan bertumbuh kembangnya pembangunan di daerah-daerah asal migrasi masuk tersebut," kata pria yang akrab disapa Foke ini.
            Hal itu disampaikannya saat memimpin Apel Siaga Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 1433 H, di Lapangan IRTI, Jakarta, Senin (13/8/2012).
            Menurutnya, dengan semakin baiknya infrastruktur dan banyaknya proyek pembangunan di kampung asal para calon pendatang, membuat mereka betah di kampung halaman.
"Sehingga mereka tidak mudah tertarik untuk pindah ke Jakarta atau mengadu nasib di Jakarta," kata Foke.
            Mendukung pernyataan Foke, Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Purba Hutapea menambahkan, masalah urbanisasi merupakan masalah tahunan yang selalu dihadapi paska Lebaran. Biasanya pemudik yang kembali ke Ibukota membawa saudara atau kerabat keluarga yang ingin mengadu nasib di Jakarta.
            "Karena ini masalah tahunan, maka setiap tahunnya kami terus berupaya untuk menurunkan angka urbanisasi di Jakarta yang selalu terjadi paska Lebaran," kata Purba.
            Purba pun memaparkan hasil pendataan arus mudik dan arus balik dari tahun 2003 hingga 2011. Menurutnya, terjadi tren penurunan jumlah pendatang baru di DKI Jakarta, dengan rincian lima tahun terakhir ini.
Pendatang baru tahun 2007 berkurang 14.810 jiwa atau 11,90 persen dibandingkan tahun 2006. Lalu jumlah pendatang baru di tahun 2008 berkurang 21.144 jiwa atau 19,29 persen dibandingkan 2007.
            Sementara pada tahun 2009 berkurang 18.919 jiwa atau 21,38 persen dibandingkan 2008. Penurunan juga terjadi pada 2010. Jumlah pendatang baru berkurang 10.339 atau 14,86 persen dari 2009. Dan 2011 jumlah pendatang baru kembali berkurang sebanyak 7.340 jiwa atau 12,40 persen dibandingkan 2010.
            "Diprediksikan jumlah pendatang baru paska Lebaran tahun 2012 akan menurun sebanyak 22.368 jiwa atau menurun sebanyak 37,77 persen," terangnya.
            Menurut dia, salah satu contoh dari penurunan tingkat urbanisasi yang datang ke Jakarta adalah semakin sulitnya mencari pembantu rumah tangga.
            "Misalnya mencari pembantu di Jakarta semakin susah. Saat ini, mereka sudah tersaring di Cikarang, Tangerang, dan Bogor yg merupakan kawasan industri," pungkas Purba.

Referensi :http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/13/14303123/Arus.Urbanisasi.ke.Jakarta.Semakin.Berkurang

Review atau ulasan :
            Arus urbanisasi ke Jakarta dari tahun ke tahun semakin berkurang. Pengurangan ini disebutnya karena berkembangnya pembangunan di daerah-daerah asal migrasi. Semakin baiknya infrastruktur dan banyaknya proyek pembangunan di kampung asal para calon pendatang, membuat mereka betah di kampung halaman. Sehingga mereka tidak mudah tertarik untuk pindah ke Jakarta atau mengadu nasib di Jakarta. (menurut fauzi bowo)
            Setiap tahun, mulai dari tahun 2007-2012 terjadi penurunan pendatang baru. Menurut purba salah satu contoh dari penurunan tingkat urbanisasi yang datang ke Jakarta adalah semakin sulitnya mencari pembantu rumah tangga.

Tanggapan :
            Kita harus mendukun pemerintah dalam pembangunan daerah-daerah asal migrasi, agar mengurangi arus urbanisasi ke Jakarta.
Kesimpulan :
            Dengan berkembangnya pembangunan di daerah-daerah asal migrasi dan juga semakin baiknya infrastruktur dan banyaknya proyek pembangunan di kampung asal para calon pendatang, hal ini dapat mengakibatkan para calon pendatang betah terhadap daerah asalnya sendiri, sehingga dapat mengurangi arus urbanisasi ke Jakarta.

Tuesday, October 23, 2012

PEMUDA DAN SOSIALISASI

A. PENDAHULUAN     
 Pada zaman sekarang generasi pemuda mengalami berbagai permasalahan, seperti permasalah kepribadian, fisik, tauran dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor , terutama faktor lingkungan dan keluarga. Oleh sebab itu generasi pemuda harus diperhatikan dan dibimbing oleh pemerintah dan lingkungan masyarakat ,terutama keluarganya sendiri. Pemerhatian dan pembimbingan tersebut bertujuan agar generasi pemuda menjadi lebih baik dan berkualiatas dalam kehidupan sehari-hari yang dapat membantu dalam memajukan bangsa.
            
 Proses sosialisasi yang bertujuan untuk membimbing dan memberikan pendidikan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat dapat membatu generasi pemuda dalam mewujudkan kepribadian yang lebih baik dan dapat memajukan bangsa. Oleh karena itu baik pemerintah maupun masyarakat berperan penting dalam mewujud generasi pemuda yang baik dan berkualitas.

B. PEMBAHASAN

1. Pemuda

A. Pengertian Pemuda

 Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generesai sebelumnya, generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus. Generasi pemuda juga memiliki berbagai permasalahan yang harus dihadapi, permasalahan tersebut apabila tidak diatasi maka akan berakibat buruk terhadap pemuda tersebut.

 
B. Masalah dan Potensi Generasi muda

1) Permasalahan Generasi Muda
             Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh generasi pemuda saat ini, yaitu:
  1. Lingkungan disekitar yang  tidak baik, sehingga mengakibatkan banyak pemuda yang melakukan perbuatan-perbuatan anarki dan tidak bertanggung jawab, seperti tauran, narkoba dan lain-lain. 
  2. Kurangnya perhatian orang tua, sehingga generasi muda melakukan perbuatan yang tercela dan melanggar hukum, seperti pencurian, seks bebas dan lain-lain. 
  3. Kurangnya pendidikan agama, sehingga generesi pemuda terjerumus kedalam perbuatan yang menyesatkan atau tidak baik yang dapat merugikan dirinya sendiri. 
  4. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme dikalangan masyarakat termasuk generasi muda. 
  5. Belum seimbangnya antara jumlah generasi pemuda dengna fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun no formal, sehingga mingkatkan tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh beberapa sebab, seperti kurangnya biaya dan lain-lain. 
  6. Kurangnya tingkat lapangan pekerjaan, sehingg mengakibatkan banyaknya pengangguran.
  7. Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda. 
  8. Masih banyaknya perkawinan dibawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan. 
  9. Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
  10. Banyaknya tekanan yang dilakukan orang tua ataupun orang lain terhadapn generasi muda, sehigga mengakibatkan stress dan melakukan tindakan yang tidak baik, seperti bunuh diri.
 Selain menghadapi permasalahan tersebut , generasi pemuda juga memiliki beragam potensi yang harus dikembangkan, sehingga dengan dikembangkan potensi-potensi positif yang dimiliki pemuda tersebut, generasi pemuda dan perkembangan bangsa kita akan menjadi lebih baik. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan dari segenap pemerintah maupun masyarakat dalam pengembangan tersebut.


 
2) Potensi Generasi Muda
  
  Potensi-potensi yang perlu dikembangkan oleh generasi muda, yaitu:
a) Idealisme dan daya kritis.                               
 Secara sosiologis generasi muda elum mapan dalam tatanan yanga da, maka ia dapat melihat kekurangang-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.

b) Dinamika dan Kreatifitas.
   Adanya idealisme pada generasi muda, maka generasi muda memilki potensi kedinamisan dan kreatifitas yakni kemampuan dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan dan penyempurnaan kekurangan-kekurangan yang ada atau pun menemukakan gagasan-gagasan/alternative yang baru sama sekali.
c) Keberanian mengambil resiko.
d) Optimis dan kegairahan semangat.
e) Sikap kemandirian dan disiplin murni.
f) Terdidik.
g) Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
h) Patriotism dan Naionalisme.
I) Kemampuan penguasaan Ilmu dan Teknologi.


 
C. Cara mengatasi permasalahan generasi muda
  
  Adapun beberapa cara dalam mengatasi permasalah  yang dihadapi generasi muda, yaitu:
  1. Membeikan perhatian termadap generasi pemuda terutama keluarga, dalam mengembangkan potensi anaknya yang masih muda dan juga membimbingnya untuk menjadipemuda yang lebih baik.
  2. Memberikan pendidikan agama, supaya memperkuat iman dan rohani generasi pemuda, sehingga tidak mudah terpengaruh ke hal-hal yang negative.
  3. Memberikan pendidikan yang layak dan tidak disertai dengan kekerasan.
  4. Memberikan motivasi agar dapat mengembangkan potensi yang dimilki oleh para pemuda.
  5. Memberikan nasihat dan juga arahan baik yang dilakukan pemerintah maupun lingkungan sekitar agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang tidak baik.


2. Sosialisasi

A. Pengertian Sosialisasi
    
  Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui belajar dan peyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
  
 Melalui  proses sosialisasi, individu (pemuda ) akan terwarnai cara berfikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.
  
  Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian (self) dan kepribadian seseorang terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. 

Adapun tujuan pokok Sosialisasi, yaitu:
  1. individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
  2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
  3. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan.
  4. Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakt umumnya.

 
C. KESIMPULAN
   Generasi pemuda saat ini masih membutuhkan perhatian dan pendidikan yang layak supaya dapat mengembangkan potensi dan kemapuan yang dimilikinya. Perhatian tersebut dapat dilakuka oleh pemerintah maupun masyarakat, terutama keluarga sendiri, karena keluarga merupakan orang terdekat dan dapat membimbing para pemuda menjadi lebih baik.
  
    Dengan adanya proses sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat terhadap generasi pemuda , maka dapat membantu dalam mewujudkan generasi muda yang lebih baik dan dapat berguna bagi bangsa dan Negara.
 
referensi : Harwantiyoko dan Neltje F.Katuuk. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarma,1997.

Thursday, October 18, 2012

Etika Menulis di Internet

  Zaman sekarang banyak sekali masalah atau informasi-informasi yang tidak benar atau dapat memprovokasi orang lain yang mengakibatkan orang tersebut melakukan berbagai tindakan anarki. Terkadang orang-orang kurang memperhatikan etika-etika dalam penulisan informasi yang dibagikan lewat internet, sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan dampak negatif buat diri kita sendiri maupun orang lain.
    
   Ketika kita ingin memposting atau menulis tentang sesuatu ke internet melalui blog atau berbagai macam situs yang lain, kita harus mematuhi etika-etika  atau aturan-aturan yang berlaku. Agar tidak melanggar privasi atau hukum-hukum yang berlaku dalam masyarakat. Oleh sebab itu kita harus memperhatikan etika-etika atau hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan internet diantaranya yaitu:
  1. Jangan memplagiat atau meniru tulisan orang lain tanpa se-izin orang tersebut atau tanpa menulis sumbernya.
  2. Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam tulisan yang ingin kita bagikan lewat internet.
  3.  Jangan menghina golongan atau kelompok –kelompok lain dalam masyarakat.
  4. Bagikan informasi yang fakta dan memiliki bukti yang dapat diterima oleh masyarakat luas.
  5. Gunakan ejaan kata yang baik dan benar
  6. Tulisan atau informasi yang ingi dibagikan kepada masyarakt luas tidak boleh menggunakan kata-kata yang dapat memprovokasi orang lain.
  7. Bagikan informasi yang berguna dan bermutu.
  8. Jangan menaruh gambar atau foto-foto yang mengandung unsur pornografi atau mencelecehkan orang lain.
  9. Lebih baik informasi yang diberikan adalah hasil dari pengamatan atau penelitian kita sendiri yang dapat dibuktikan.
  Dengan memperhatikan  Etika Menulis di Internet, kita dapat terhindar dari tuduhan atau berbabagai dampak negatif yang dapat merugikan diri kita sendiri maupu orang lain.

sumber gambar :  http://fairnan-suharnoto.blogspot.com/2012/01/etika-dalam-suatu-profesi.html

Wednesday, September 12, 2012

Pengalaman PPSPPT Universitas Gunadarma Kampus J1

Kepala botak siap-siap pergi ke Universias Gunadarma ( Kampus J1) di Bekasi, nyampenya kira-kira jam 6:30. Pas nyampe udah rame aja padahalkan acaranya jam 7-an, kakak-kakaknya juga udah berdiri di deket gerbang. Yang bawa motor, yang laki-laki tidak botak dan yang terlambat dihukum. Ada yang dihukum disuruh nyanyi, ada yang dicoret-coret mungkanya terus dikatain kaya Avatar, ada yang dikasih kardus dengan tampang yang dicoret-coret , malahan ada yang dibuat kaya gatot kaca hahahaaaa..... , yang lucu lagi disuruh godain cewek , kira-kira kaya gini, cowok " Kamu tau gak bedanya kamu sama kiper?" si cewe jawab " gak, emang apa?" cowok " Kalau kiper jaga gawang, kalau kamu jaga hatiku ". yait..........lah hhahaaaa. Pokoknya kakak-kakaknya seru, walaupun ada yang teriak-teriak tapi selow aja. PPSPPT ( ospek)-nya kalau dipikir-pikir ga terlalu ribet asalkan tertib , ikutin aturan insyah Allah kita seneng-seneng, sedangkan yang ga ikutin aturan ya ditertawain atau dihukum didepan temen-temen. Entar juga dengerin dosen-dosennya bicara, terus ada isirahat, shalat dan makan. pas dah pengen akhirnya, ada adegan berantem kakak-kakaknya...... tapi selow saya udah tau itu bohongan, soalnya pas SMA juga pernah ada kaya gitu, terus masa ya beratem senyum-senyum kaya becanda, pokoknya kalau menurut saya kurang jelas atau kacau gitu.
Salam buat temen-temen teknik elektro dan temen-temen FTI :) sukses ya..... Aamiin...

Sunday, August 12, 2012

TEKNIK LISTRIK



dari wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_listrik

Teknik listrik atau teknik elektro (bahasa Inggris: electrical engineering) adalah salah satu bidang ilmu teknik mengenai aplikasi listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.[1] Teknik listrik melibatkan konsep, perancangan, pengembangan, dan produksi perangkat listrik dan elektronik yang dibutuhkan oleh masyarakat.[1] Insinyur listrik adalah kaum profesional yang memegang peranan penting dalam mengembangkan dan memajukan teknologi tinggi dalam dunia komputer, laser, penjelajahan angkasa, telekomunikasi, energi, dan aplikasi lainnya dari perangkat dan sistem elektronik.[1] Teknik listrik bekerja sama dengan insinyur dari area lain seperti teknik kimia, teknik mesin, dan teknik sipil untuk merancang, mengembangkan, dan membantu produksi berbagai macam produk dan jasa seperti sistem distribusi energi, komputer pribadi, sistem satelit, radio genggam, sistem radar, mobil listrik, jantung buatan, dan lain-lain yang melibatkan komponen listrik dan elektronik.[1]

Daftar isi

Bidang-bidang

Ada dua kegunaan utama dari kelistrikan, yaitu sebagai sarana untuk mengirimkan daya listrik dari satu tempat ke tempat lain dan sebagai sarana untuk mengirimkan informasi.[1] Secara tradisional, bidang teknik listrik dapat dibagi ke dalam tujuh area spesialisasi berikut ini: [1]

Teknik tenaga listrik


Teknik elektromagnetik adalah cabang dari teknik listrik. Gambar menunjukkan rentang spektrum gelombang elektromagnet.
Teknik tenaga listrik memiliki sejarah yang panjang, dimulai pada tahun 1879 saat Thomas Alva Edison berhasil menciptakan lampu pijar yang dapat digunakan secara praktis.[1] Dalam waktu beberapa tahun Edison membangun sistem distribusi tenaga listrik arus searah di seputaran kota New York yang dapat menyuplai sekitar 400 lampu.[1] Pada akhir tahun 1880an distribusi arus listrik menggunakan arus bolak-balik mulai berkembang dan digunakan hingga saat ini.[1][2]
Teknik tenaga listrik adalah satu-satunya bidang yang secara khusus berkaitan dengan pembangkitan dan transmisi daya listrik dari satu tempat ke tempat lain.[1] Ini adalah spesialisasi tertua dari teknik tenaga listrik.[1]

Teknik elektromagnetik

Teknik elektromagnetik menjembatani aplikasi listrik sebagai pemindahan energi dan transfer informasi.[1] Teknik elektromagnetik berkaitan dengan interaksi antara medan magnet dan medan listrik, serta arus listrik.[1] Gambar di samping melukiskan spektrum gelombang elektromagnet yang berkisar dari gelombang frekuensi rendah hingga sinar gama.[1] Dengan adanya teknik ini dimungkinkanlah telekomunikasi radio, televisi, komunikasi satelit, radar, dan semua bentuk komunikasi nirkabel lainnya.[1]

Teknik telekomunikasi

Teknik telekomunikasi berfokus pada rekayasa dan ilmu yang dibutuhkan untuk mengirimkan informasi dari satu tempat ke tempat lain.[1] Sistem telekomunikasi dapat memanfaatkan gelombang elektromagnetik, berbagai macam kabel listrik, atau serat optik untuk pengiriman informasi.[1] Salah satu hal penting yang dijawab oleh teknik telekomunikasi adalah bagaimana cara mengodekan informasi ke dalam sinyal listrik.[1] Perkembangan teknik telekomunikasi telah membuat banyak sistem mutakhir untuk mengodekan informasi untuk dikirmkan dan untuk menyarikan informasi dari sinyal.

Teknik komputer


Prosesor Intel 80486 DX2 sebagai contoh sirkuit terintegrasi hasil pengembangan teknik elektronika yang digunakan oleh teknik komputer.[1]
! Artikel utama untuk kategori ini adalah teknik komputer.
Teknik komputer adalah salah satu spesialisasi yang berkembang paling cepat dalam dunia teknik listrik.[1] Teknik komputer meliputi perancangan sistem perangkat keras dan program komputer.[1] Sistem komputer berkisar dari komputer besar atau disebut dengan mainframe yang digunakan dalam dunia perbankan, rekayasa, dan sains hingga komputer pribadi yang digunakan secara perorangan hingga belakangan juga digunakan secara komersial.[1]

Teknik elektronika

Teknik elektronika adalah teknik yang berhubungan dengan berbagai material dalam berbagai konfigurasi atau struktur yang dapat mengatur aliran arus listrik.[1] Dalam teknik elektronika dikenal dan digunakan berbagai komponen seperti diode, transistor, dan sirkuit terpadu untuk membangun perangkat keras.[1] Hasil dari teknik elektronika digunakan secara langsung oleh bidang lain seperti teknik komputer dan teknik telekomunikasi dengan sirkuit terintegrasi sebagai salah satu kemajuan terbesar yang paling dimanfaatkan.[1]

Teknik rekayasa sistem

Rekayasa sistem memanfaatkan prinsip-prinsip matematika untuk memodelkan dan menjelaskan sistem kompleks dan memprediksi kehandalannya berdasarkan analisis teknik.[1] Berdasarkan deskripsi matematis dari sebuah permasalahan, seorang insinyur dapat meramalkan hal "bagaimana jika..." pada kondisi yang ada dan membuat solusi yang optimal.[1]

Teknik kendali

! Artikel utama untuk kategori ini adalah teknik kendali.
Sistem kendali berkaitan dengan sistem elektronik yang dirancang untuk memberikan pengaturan cepat dan tepat terhadap suatu perintah.[1] Teknik sistem kendali sangat banyak dipelajari dalam teknik listrik.[1] Sistem kendali tidak terbatas pada sistem elektrikal melainkan hingga pengendalian sistem kimia, sistem hidrolis, dan sistem mekanik lainnya.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad (Inggris)Irwin, J. David; Kerns, David V., Jr. (dalam bahasa Inggris). Introduction to Electrical Engineering (edisi ke-1). Prentice Hall. hlm. 3-11. ISBN 978-0023599309.
  2. ^ (Inggris)"Nikola Tesla biography: inventor of alternating current" (dalam bahasa Inggris). Pagewise. 18 Juli 2002.

Soal dan Jawaban Test Glints Academy Career Exploration

Berikut beberapa contoh soal dasar tentang HTML dan CSS yang mungkin anda temui di Glints Career Exploration. Semoga Bermanfaat. Jawaba...